Pendidikan IPS dan Realitas di Masyarakat

Oleh: Ulfah Suciyanthi, S.Pd.

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS terdiri dari dua kata dengan dimensi yang berbeda. Kata pertama adalah pendidikan yang berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar dan mengajar, sementara yang kedua adalah Ilmu Pengetahuan Sosial yang merupakan segala sesuatu ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari yang menggunakan masyarakat dengan segala gejala, fenomena dan realitasnya sebagai sebuah objek pengetahuan. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa Pendidikan IPS adalah proses belajar dan mengajar dalam ruang lingkup pendidikan, yang diusahakan agar dapat memahami masyarakat dengan segala gejala, fenomena dan realitasnya.

Di setiap jenjang pendidikan, ilmu pengetahuan sosial selalu ada dan dipelajari. Hanya saja, setiap jenjang pendidikan memiliki tingkat pembahasan abstraksi yang berbeda. Di setiap jenjang ini, ilmu pengetahuan sosial menjadi penting dalam setiap kembang tumbuh proses berfikir dan bermasyarakat bagi manusia. Perkembangannya dapat membentuk atau berpengaruh terhadap realitas di masyarakat, seperti bagaimana bermasyarakat dan bagaimana cara pandanng terhadap masyarakat yang punya fenomena yang bervariasi dan terkoneksi dengan bidang ekonomi, budaya dan politik. Keterkaitan inilah yang menjadi pokok utama urgensitas ilmu pengetahuan sosial di masyarakat.

Pendidikan IPS di sekolah dimaksudkan untuk memajukan kajian sosial dalam dimensi yang lebih sederhana dan dapat mengembangkan pola pikir siswa dengan umur tertentu. Berbagai macam fakta sosial dan realitas budaya menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan manusia di Indonesia, terutama para pelajar yang harus melihat realitas di masyarakat dengan komprehensif dan benar sehingga tidak terjerumus dalam realitas yang palsu atau buruk. Pendidikan IPS dapat menampilkan berbagai teori dan pengajaran mengenai realitas masyarakat yang beragam. Mislanya, penyebutan fakta bahwa di Indonesia, tidak semua manusia di Indonesia memeluk agama Islam, sehingga setiap orang harus menghormati satu sama lain di antara para pemeluk agama tanpa saling memaksa dan meninggikan egoisme komunal. Para pelajar dapat mempelajari bagaimana memposisikan diri sebagai pelajar yang adil dalam berfikir dan adil dalam bertindak. Contoh lain adalah, ragam budaya Indonesia yang begitu besar. Para siswa diajak berfikir bahwa realitas budaya yang beragam bukan sebagai faktor kehancuran, karena berbeda. Justru, perbedaan dijadikan sebagia sebuah celah untuk dapat saling mendukung satu sama lain sebagai sebuah bangsa.

Lain halnya dengan realitas politik. Peristiwa polarisasi proses politik pada pemilu 2014 dan 2019 menampilkan berbagai kekhawatiran bagi pelajar karena menampilkan pendidikan politik yang agresif, segregasi dan pengelolaan informasi yang buruk. Pelajar dapat terjerumus dalam pendapat yang kurang baik, atau secara lebih jauh, dapat terjerumus pada pendidikan politik yang kotor yang mengutamakan kekuasaan dibanding kepentingan masyarakat luas. Keterbukaan informasi di masa sekarang menjadi sangat mengkhawatirkan dikarenakan informasi tidak memiliki batas dan dapat disajikan dimana saja. Setiap pelajar sudah pandai menggunakan telepon genggam dan dengan mudahnya menerima informasi, baik tentang provokasi, ajakan memilih non rasional, atau ajakan negatif lainnya. Hal ini menjadi urgensitas lain dari pendidikan IPS yang menanamkan ilmu sosial sebagai sumber utama dalam pengelolaan informasi politik. Hal ini perlu diperhatikan karena setiap pelajar di tingkat SMA, sudah ada yang menjadi pemilih pemula.

Pendidkan IPS juga sangat penting dalam pembahasan ekonomi di masyarakat. Ekonomi tidak hanya berarti angka tapi juga melihat realitas sebagai sebuah hasil analisis. Misalnya saja, dalam memandang sebuah survei ekonomi, maka akan menampilkan informasi sosial yang terdiri dari umur masyarakat, status ekonomi, status perkawinan, realitas populasi manusia, hingga menghitung bagaiman Product Domestic Bruto atau status inflasi yang dapat digunakan informasinya sebagai landasan dalam menyimpulkan kondisi sosial secara makro. Secara lebih terperinci, ilmu ekonomi juga menggunakan dasar sosial dalam memahami setiap gejala keekonomian di masyarakat. Ilmu ekonomi beririsan dalam membahas profesi seseorang dengan tingkat kriminalitas sebuah daerah yang bila dikaji lebih jauh akan melibatkan kajian ilmu sosial yang besar dan multidisiplin.

Akhirnya, setiap pembahasan dalam proses pendidikan ilmu pengetahuan sosial, menjadi penting dalam menjaga pelajar untuk tetap adil dalam melihat realitas sosial, ekonomi, budaya dan politik sehingga dapat bersikap dengan bijak dan tetap mematuhi norma dan undang-undang yang berlaku. Pendidikan IPS dapat membantu pelajar dalam membahas berbagai macam fenomena lain yang dapat dijadikan sebagai objek dan menyimpulkan tentang realitas sosial apa yang sedang dihadapi.

Facebook Comments Box
Exit mobile version