Profil Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu

A.Sejarah

Pesantren Al-Khairaat (PA) Palu adalah sebuah pesantren yang sangat terkenal khususnya di Indonesia Timur. Ia memiliki ratusan cabang di berbagai provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia Timur.

Saat ini bahkan sudah memiliki cabang di Jawa. Dalam segi dinamisnya pergerakan dan kemajuan PA, ia adalah Pondok Gontor-nya Indonesia Timur. Pesantren ini didirikan 30 Juni 1930 oleh Sayyid/Habib Idrus bin Salim Aldjufrie dikenal sebgai Guru Tua.

Dalam perjalanannya, Pesantren Al-Khairaat Palu beberapa kali ditutup. Pada tanggal 11 Januari 1942 M: ditutup oleh Jepang, kemudian dibuka lagi pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tahun 1964 Al-Khairaat mendirikan  perguruan tinggi dengan nama Universitas Islam Al-Khairaat dengan tiga fakultas di dalamnya, yaitu: Fakultas Sastra, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Syariah.

Namun pada tahun 1965 bertepatan gerakan G30S PKI, perguruan tinggi Al-Khairaat dinonaktifkan untuk sementara pada tahun 1969 dibuka kembali.

B.Sistem Pendidikan

Al-Khairaat termasuk Pondok Pesantren Modern yang memiliki sekolah dari tingkat TK, SD, SMP,SMA, SMK,MI, MTS, MA hingga Universitas. Saat ini telah memiliki cabang pesantren mulai dari Sulawesi, Maluku, Papua, Halmahera, Pulau Bunyu Kalimantan Timur, Condet, DKI Jakarta.

Al-Khairaat yang sangat populer di mata masyarakat Indonesia Timur, tak hanya mengajarkan ilmu-ilmu Agama dan pengetahuan umum. Kesenian dan olah raga pun mendapat perhatian setara di pesantren ini. Bahkan, kurikulum ilmu Agama yang diajarkan di sini lebih mengacu pada diniah (lembaga pendidikan) di Mesir, daripada merujuk kurikulum Departemen Agama (Depag).

Misal, jika kurikulum Depag menyebut pelajaran Al-Quran dan hadits, Al-Khairaat memasukkan istilah itu menjadi Pelajaran Al-Quran, Tajwid dan Tafsir. Sementara hadits, dimasukan ke pelajaran Mustalahul Hadis.

Sedangkan pelajaran umum meliputi matematika, bahasa Inggris, fisika, biologi dan beberapa pelajaran lain sesuai ketentuan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Bagaimana dengan pelajaran kesenian? Pesantren yang memiliki 7.000 staf pengajar dan 1.400 unit pendidikan itu mengajarkan nasyid, syair, samrah, dan jepeng.

Sementara di bidang olah raga, para santri tak hanya diajari karate dan pencak silat. Tapi, juga ilmu prana olah nafas. Dengan dibekali beragam ilmu tersebut, tak mengherankan bila para santri memiliki kekuatan fisik, mental, dan spiritual serta olah rasa yang bagus.

C.Pengasuh

Habib Sayyid Seggaf Aldjufrie, cucu Guru Tua

D.Alamat dan Kontak

Jl. Sis Aljufri, Siranindi, Kec. Palu Bar., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94221

Website :  https://alkhairaat.sch.id/

Contact us: [email protected]

spot_img

Latest articles

Related articles

spot_img