Profil Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

 

A.Sejarah

Pondok Pesantren Darunnajah adalah Lembaga Pendidikan Islam yang independen, tidak berafiliasi kepada partai politik atau organisasi masyarakat tertentu. Tidak terlibat/berhubungan dengan kelompok/aliran/ajaran apapun di luar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Motto kami adalah “Berdiri Di Atas Dan Untuk Semua Golongan”.

Pondok Pesantren Darunnajah adalah bagian dari Yayasan Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan. Saat ini Pondok Pesantren Darunnajah memiliki 17 Cabang dan 57 satuan Pendidikan  Yang tersebar di Sumatra, Tangerang, Bogor, Jakarta Dan Serang Banten, dengan jumlah 9.230 santri, dengan santri Pondok Pesantren Darunnajah Pusat sejumlah 3.900 dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi dengan 2.654 TMI berasrama.

Periode Cikal Bakal (1942-1960)

Pada tahun 1942 K.H. Abdul Manaf Mukhayyar mempunyai sekolah Madrasah Al-Islamiyah di Petunduhan Palmerah. Tahun 1959 tanah dan madrasah tersebut digusur untuk perluasan komplek Perkampungan Olah Raga Asian Games, yang sekarang dikenal dengan komplek Olah Raga Senayan. Untuk melanjutkan cita-citanya, maka diusahakanlah tanah di Ulujami.

Tahun 1960, didirikan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI), dengan tujuan agar di atas tanah tersebut didirikan pesantren. Periode inilah yang disebut dengan periode cikal bakal, sebagai modal pertama berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah.

Periode Rintisan (1961-1974)

Pada tahun 1961 K.H. Abdul Manaf membangun gedung madrasah enam lokal di atas tanah wakaf. Ide mendirikan pesantren didukung oleh kol.Pol.Drs.H. Kamaruzzaman yang saat itu sedang menyelesaikan kuliahnya diIAIN SUNAN KALIJAGA Yogyakarta. Untuk pengelolaan pendidikan diserahkan kepada Ust. Mahrus Amin, alumnus KMI Gontor yang mulai menetap di Jakarta pada tanggal 2 Februari 1961.

Karena banyaknya rintangan dan hambatan, maka pendidikan belum bisa dilaksanakan di Ulujami, tetapi dilaksanakan di Petukangan bersama beberapa tokoh masyarakat, diantarannya Ust. Abdillah Amin dan H. Ghozali, berkerjasama dengan YKMI, tanggal 1 Agustus 1961, Ust. Mahrus Amin mulai membina madrasah Ibtidaiyah Darunnajah dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang dan tahun 1964 membuka Tsanawiyah dan TK Darunnajah. Balai pendidikan Darunnajah diresmikan pada tahun 1964.

Tahun 1970 ada usaha memindahkan pesantren ke Petukangan, tetapi mengalami kegagalan. Dan usaha merintis pesantren pernah pula dicoba dengan menampung kurang lebih 9 anak dari Ulujami dan Petukangan, yakni antara tahun 1963-1964. Dan tahun 1972 menampung kurang lebih 15 anak di Petukangan, namun kedua usaha itu didak dapat dilanjutkan dengan berbagai kesulitan yang timbul.

Para periode ini, meskipun pesantren yang diharapkan belum terwujud, tetapi dengan usaha-usaha tersebut, Yayasan telah berhasil mempertahankan tanah wakaf di Ulujami dari berbagai rongrongan, antara lain BTI PKI saat itu.

Periode Pembinaan dan Penataan (1974-1987)

Pada tanggal 1 April 1974, dicobalah untuk ke sekian kalinya mendirikan Pesantren Darunnajah di Ulujami. Mula-mula Pesantren mengasuh 3 orang santri, sementara Tsanawiyah Petukangan dipindah ke Ulujami untuk meramaikannya. Baru pada tahun 1976, Madrasah Tsanawiyah Petukangan dibuka kembali dan secara berangsur,Pesantren Darunnajah Ulujami hanya menerima anak yang mukim saja, kecuali anak Ulujami yang boleh pulang pergi.

Bangunan yang pertama didirikan adalah masjid dengan ukuran 11 X 11 m2 dan beberapa asrama lokal. Meskipun bangunanya sederhana, namun sudah sesuai dengan master plan yang dibuat oleh Ir. Ery Chayadipura. Pada awal pembangunannya, seluruh santri selalu dilibatkan untuk membantu kerja bakti.

Pada periode inilah ditata kehidupan di Pesantren Darunnajah dengan sunnah-sunnahnya.

Periode Pengembangan (1987-1993)

Darunnajah mulai melebarkan misi dan cita-citanya, mengajarkan agama Islam, pendidikan anak-anak fuqara dan masakin dan bercita-cita membangun seratus Pondok Pesantren Modern. Masa inilah, saat memancarkan pancuran kesejukan ke penjuru-penjuru yang memerlukan.

Sampai dengan tahun 2004, Pesantren Darunnajah Group telah berjumlah 41.

Periode Dewan Nazir (1994-sekarang)

Perjalanan sejarah Pesantren Darunnajah yang relatif lama telah menuntut peraturan kesempurnaan untuk menjadi lembaga yang baik. Belajar dari perjalanan pondok pesantren di Indonesia dan melihat keberhasilan lembaga Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, yang telah berumur lebih 1000 tahun lamanya, Yayasan Darunnajah yang memayungi segala kebijakan yang telah berjalan selama ini, berusaha merapikan dan meremajakan pengurus yayasan.

Dengan niat yang tulus dan ikhlas, maka wakif tanah di Ulujami Jakarta K.H. Abdul Manaf Mukhayyar, Drs. K.H. Mahrus Amin, dan Drs. H. Kamaruzzaman Muslim yang ketiganya mengatasnamakan para dermawan untuk wakaf tanah di Cipining Bogor seluas 70 ha, mengikrarkan wakaf kembali di hadapan para ulama dan umara dalam acara nasional di Darunnajah pada tanggal 7 Oktober 1994.

Pada tahun 2019, Pesantren Darunnajah memiliki 17 cabang pesantren di berbagai tempat; Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Serang, Pandeglang, Bengkulu, Seluma, Mukomuko, Dumai, dengan luas asset 737,4 ha.

Alumninya tersebar di seluruh Indonesia dan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Juga tak sedikit yang kuliah di negara-negara lainnya seperti Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, Maroko, Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Amerika, Inggris.

B.Sistem Pendidikan

Pesantren ini jenjang pendidikannya lengkap dari Paud, TK, SD, TMI (setara SLTP/SLTA atau setingkat SMP/Mts – SMA/Madrasah Aliyah) Sampai Perguruan Tinggi . Sekolah-sekolah ini sudah akreditasi A. Diakui berkualitas oleh pemerintah dan masyarakat.

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta  berada di atas tanah wakaf seluas 7.41 hektare, di Jln Ulujami Raya No 86 Pesanggrahan Jakarta selatan dengan total wakaf Pondok Pesantren Darunnajah beserta cabangnya seluas 667.5 hektare

Kurikulum Pondok Pesantren Darunnajah adalah perpaduan kurikulum Pondok Modern Darussalam Gontor, Kurikulum Nasional dan Pesantren Salafiah.

Bidang-bidang (ilmu-ilmu) Bahasa Arab dan Bahasa Inggris diajarkan langsung dengan bahasa aslinya, begitu pula (ilmu-ilmu) agama Islam diajarkan dengan Bahasa Arab (tujuannya antara lain agar santri/siswa mampu memahami dan menerangkannya dengan bahasa aslinya). Adapun bidang studi lainnya diajarkan dalam bahasa Indonesia.

Sebagai sekolah Islam berasrama yang berkualitas, Pondok Pesantren Darunnajah punya banyak sekali kegiatan menarik bagi santri-santrinya. Kegiatan ekstra kurikuler begitu hidup disini. Santri-santrinya baik, sopan, santun, pintar dan berprestasi.

Fasilitas lengkap, bahkan kolam renang pun ada disini. Lahannya luas , dan Fasilitas olaraga yang lengkap. Pesantren menyediakan wisma bagi tamu yang ingin menginap. Tersedia puluhan kamar wisma dengan fasilitas full AC dan kamar mandi dalam.

C.Pengasuh

Saat ini Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami adalah Drs. KH. Mahrus Amin dan Dr. H. Sofwan Manaf M.Si.

D.Alamat dan Kontak

Alamat lengkap Jl. Ulujami Raya No. 86 Pesanggarahan Jakarta Selatan 12250, Indonesia

Telp. +6221- 73883665

SMS 08158727773

Website : https://darunnajah.com

CP : 08.00-16.00 WIB.
+62 896-5348-3665
+62 857-2236-3692
+62 816-1369-341
+62 852-1689-4792
Email: [email protected]

Beberapa arah jalan menuju Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami:

  1. Dari Tol Lingkar Luar (JORR):
    Keluar di gerbang tol Petukangan, belok ke arah cipulir, di pertigaan Perdatam belok kanan. Darunnajah di kanan jalan.
  2. Dari Bandara:
    Naik taksi masuk tol lingkar luar (JORR) keluar di gerbang tol Petukangan, belok ke arah cipulir, di pertigaan Perdatam belok kanan. Darunnajah di kanan jalan.
  3. Dari Jalan Kebayoran Lama:
    Ke Cipulir, lampu merah Perdatam belok kiri Jl. Ulujami Raya (+- 900 m)

 

spot_img

Latest articles

Related articles

spot_img