in ,

Al-Irsyad Al-Islamiyah; Pengorbanan Umat Islam terhadap bangsa ini tak sebanding buih di lautan

Al-Irsyad Al-Islamiyah Bogor mengajak umat rayakan Hari Santri

Sejumlah santri mengikuti upacara di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/10). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. ANTARA foto/Didik Suhartono/nz/15

JAKARTA, WIKISANTRI.ID – Ketua Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Bogor, Abdullah Abubakar Batarfie, Ahad (12/9) menegaskan pengorbanan dan kasih sayang umat Islam terhadap bangsa ini jauh lebih banyak dari buih di lautan yang tidak terhingga besarnya.

“Ulama dan santri adalah rahim dari ibu kandung Republik Indonesia. Pengorbanan dan kasih sayang umat Islam terhadap bangsa ini jauh lebih banyak dari buih di lautan yang tidak terhingga besarnya.” tegasnya seperti dikutip Republika

Karena itu, kata dia, sekalipun rasa ketidaksamarataan atau keadilan yang tidak berimbang terhadap umat Islam, tidak kemudian membuat umat banyak menuntut. Bahkan terus berkontribusi pada bangsa ini dengan segenap yang dimilikinya.

“Umat Islam sering terluka tapi luka itu tidak berberkas karena kecintaannya yang teramat besar pada bangsa ini,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Abdullah Abubakar, hari santri yang digelar setiap 22 Oktober menjadi bahan refleksi bagi segenap bangsa terutama generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bahwa republik ini lahir berkat perjuangan para santri dan ulama.

“Hari santri Nasional diperingati agar menjadi bahan refleksi bagi segenap bangsa terutama generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bahwa republik ini lahir berkat perjuangan para santri dan ulama,” kata Abdullah Abubakar Batarfie.

Karena itu hendaknya para generasi muda khususnya para santri untuk senantiasa meningkatkan kualitas melalui kemampuan intelektual diri dengan mengambil peran di segala bidang. Hal ini penting agar santri dapat mempertahankan kontribusinya untuk kemajuan bangsa.

Menurut Abdullah Abubakar Batarfie, adanya UU tentang Pesantren dan deklarasi hari santri menunjukan perhatian yang serius dari pemerintah atas peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan pentingnya keberadaan pondok pesantren bagi kemajuan bangsa.

Untuk itu dia mendorong, pemerintah dapat memperhatikan fasilitas santri di pondok pondok pesantren.

“Perhatian pemerintah terhadap keberadaan pondok pesantren harus lebih ditingkatkan lagi yaitu agar pesantren pun memiliki hak yang setara dengan lembaga-lembaga pendidikan formal lainnya baik itu menyangkut anggaran dan lain-lain,” katanya.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Vaksinasi Santri: Dorong ciptakan herd immunity

1.500 santri Ponpes Baitussalam Prambanan ikut vaksinasi COVID-19