in

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Salafiyah Futuhiyah Grobogan

Mushalla itu ukurannya 5×6 meter. Namun pada 1943 peranannya luar biasa dalam mengembangkan syiar Islam. Musalla itu terletak di dukuh Karanganyar desa Gedong kecamatan Gedong kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Desa itu letaknya 45 Km di sebelah Timur kota Semarang. Di Musalla yang terbuat dari bambu, masyarakat sekitar melaksanakan shalat berjamaah, mengaji al-Qur’an, dan membaca al Barzanji di bawah asuhan Kiai Ridlwan bin Kiai Imron bin Kiai Tafsir Anom bin Kiai Nur Hasan. Santri ditampung dalam sebuah bangunan sederhana dengan beberapa buah kamar kecil. Bangunan tersebut akhirnya tak dapat menampung para santri yang semakin hari semakin bertambah banyak. Santrinya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA:

KH. Dhofir, putra Kiai Ridlwan giat memajukan pondok pesantren rintisan ayahnya. Pesantren yang menyelenggarakan pengajian kitab-kitab salaf akhirnya diberi nama pondok pesantren salafiyah Futuhiyyah. Pesantren itu cepat berkembang, karena dalam beberapa bulan saja sudah memiliki 45 santi. Namun pada 1968, KH Dhofir meninggal dunia, sehingga pesantren menjadi vakum. Pada 1974, KH. Mustain bin Kiai Dhofir, putra tertua Kiai Dhofir, membuka kembali pondok pesantren tersebut. Pondok lahan seluas 3 Ha, tetap menyelenggarakan pengajaran kitab-kitab salaf.

Pondok Pesantren Futuhiyyah dalam mencari santri lebih banyak juga menyelenggarakan sistem pendidikan madrasah. Pada tahun 1979, Pesantren Futuhiyyah menerima sumbangan bangunan bekas pondok pesantren di desa Klambu, kabupaten Grobogan yang ditinggal wafat kiainya. Sampai sekarang, pesantren memiliki 9 lokal tempat belajar untuk Madrasah Diniyah, 2 ruangan aula, 11 kamar santri laki-laki dan 11 kamar santri perempuan.

Organisasi Kelembagaan

Pondok Pesantren Salafiyah Futuhiyyah mempunyai tiga organisasi kelembagaan, yaitu:

  1. Koperasi al-Fath

Koperasi yang sudah berbadan hukum ini, memudahkan para santri memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan harga terjangkau. 2. YPAM

Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) ini bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menanggulangi keresahan-keresahan yang terjadi di masyarakat. Hasil kerjasama tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkannya

  1. Jami’iyah Tarekat

Untuk memberikan rasa lebih khusuk dalam menikmati kehidupan sehari-hari. kepada para santri dan masyarakat di sekitarnya, pondok pesantren membuka Jami’iyah Tarekat.

Ciri Khas Pontren

Ciri khusus/keunggulan Pondok Pesantren Futuhiyyah yang membedakannya dengan pesantren-pesantren lainnya, adalah:

  1. Pondok Pesantren Futuhiyyah selain mengutamakan kitab-kitab salaf, juga memakai pendidikan sistem madrasi. Para santri diberikan pengajaran kitab-kitab Salaf (kuning) dan pengajaran umum dengan sistem madrasi (klasikal).
  2. Mendidik para santri hafal al-Quran. Pada tahun 1989 pesantren ini membuka pengajian hafalan al-Quran (tahfidzul Qur’an) dibimbing langsung oleh ustadz A. Mughni,
  3. Mengadakan Jamiiyah Tarekat pada setiap Jumat Kliwon yang dilaksanakan mujahadah kubro. Kegiatan Mujahadah Kubro ini dimaksudkan untuk mengetahui pendalaman bagi anggotanya melalui diskusi yang diikuti seluruh atau sebagian besar anggota Jamiiyah Tarekat
  4. Mendidik para santri pintar berwiraswasta melalui kegiatan koperasi. Kegiatan in dimaksudkan agar para santri dapat hidup layak di kemudian hari dengan berwiraswasta.
  5. Para santri diharuskan salat fardhu berjamaah. Salat berjamaah ini dimaksudkar agar para santri dapat menerapkan jiwa kepemimpinan dan kebersamaan, yang ha ini sangat berguna, bila mereka sudah kembali ke masyarakat.
  6. Pada jam 24.00 para santri diharuskan melaksanakan salat Tahajud. Begitu juga. bagi yang tidak mengikuti sekolah madrasah diharuskan melaksanakan salat Dhuha di pag hari sebelum pengajian dimulai.

Penyelenggaraan Pendidikan

  1. Pendidikan Formal

Sejak 1997 Pondok Pesantren Futuhiyyah mendirikan SLTP terbuka bagi siswa yang tidak mampu melanjutkan ke pendidikan formal. Kelebihannya mereka dapat mengaji dan melanjutkan pendidikan setingkat pendidikan umum, tanpa keluar dari pondok pesantren. Mereka juga tidak dipungut biaya apapun, sebab seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Pada tahun ajaran 2000/2001 jumlah siswa kelas sebanyak 15 orang, kelas || sebanyak 9 orang, dan Kelas III sebanyak 16 orang. Adapun tenaga pengajar sebanyak 3 orang, berasal dari pamong dan guru SMP I.

  1. Pendidikan Non Formal

Pendidikan non formal di Futuhiyyah dibagi menjadi dua kelompok:
a. Kelompok pendidikan yang jenjangnya berdasarkan umur, yaitu Madrasah Diniyah mulai dari Kelas 1 sampai dengan kelas VI. Awal masuk Dini-yah umur 5 tahun. Mulai belajar dari Taman Kanak-Kanak.

b. Kelompok pendidikan berdasarkan kemampuan para santri dalam mengkaji kitab kuning, seperti: 1) Kelas Jurumiyah. 2) Kelas Imriti. 3) Kelas Fathkhul Wahab.

Dalam mengkaji kitab kuning ini, para santri ditekankan pada ilmu alat dan Fiqih. Bagi yang ingin mendalami kitab-kitab kuning terse- but bisa memakai sistem musyawarah dengan dipandu oleh beberapa orang ustadz.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Ada pun kegiatan pengajian ekstra kurikuler di pesan(tahfidzul Qur’an tren ini meliputi: belajar 3. Mengadakan Jamiiyah Tarekat pada pidato (khithobah), pertukangan, pertanian, jahitKliwon yang dilaksanakan mujahadah menjahit bagi santri perempuan, dan kesenian rebana. Kelompok kesenian rebana ini sering diundang oleh masyarakat sekitar maupun di luar kabupaten Grobogan untuk mengisi acara hiburan pada saat pesta pernikahan, khitanan dan lain-lain.

Ekonomi dan Pemberdayaan

Pondok Pesantren Futuhiyah mengadakan beberapa kegiatan ekonomi dengan unit usaha produktif, seperti:

  1. Menyediakan warung serba ada (Waserba). Warung ini dimaksudkan agar para santri mudah mencari kebutuhannya, tidak perlu mencari ke luar lingkungan pondok pesantren
  2. Merencanakan pendirian Wartel dan Simpan Pinjam. Pendirian wartel ini dimaksudkan agar para santri dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang tua atau walinya di kampung halamannya. Sedangkan simpan pinjam dimaksudkan agar para santri dapat dengan mudah mengelola keuangannya.
  3. Menyelenggarakan pelatihan pembudidayaan unggas dan elektronik, bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Balai Pelatihan di Pati, Jateng. Disamping itu, pada tahun ini pesantren mendapat kepercayaan dari Departemen Kehutanan untuk mendampingi kelompok tani di sekitar hutan dalam proyek “Areal Model Hutan Rakyat”. Program pendampingan ini sangat tepat diberikan kepada pesantren, karesebagai komunitas yang ada di lingkungannya, lembaga pendidikan ini merasa terpanggil untuk ikut mengangkat derajat masyarakat.

Program Pengembangan

Pondok Pesantren Futuhiyyah dalam menghadapi perubahan zaman dan kemajuan teknologi, selalu berusaha memajukan pondok pesantren. Di bidang fisik misalnya, pesantren dan masyarakat sekitar melakukan kerjasama untuk tetap menjaga pesantren dalam kondisi bersih. Hal ini dilakukan dengan menambah jumlah KCK yang memadai, pemasangan air PAM atau sumur serta Pompa. Selain itu, pesantren juga menambah ruang belajar santri, serta membuka pesantren anak-anak.

Sedangkan secara non-fisik, pesantren mempersiapkan kader-kader tenaga pengajar yang berkualitas, karena sampai saat ini para guru yang mengajar rata-rata keluaran pondok pesantren. Di samping itu, untuk menambah wawasan di kalangan para santri pesantren juga mengirim mereka ke berbaga lembaga pendidikan di luar pondok untuk menambah ilmu pengetahuan. Sepert mengirim dua orang santri mengikuti pelatihan pertanian dan kehutanan di Balai Kehutanar Alas Kelu Wonogiri, selama empat hari.

Alamat:

 XQF9+3PW, Karanganyar Timur, Godong, Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58162

Telepon: (0292) 659227

Source: Direktori Pesantren

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Modern Assalam Surakarta

Sejarah di balik kebesaran Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang